Bagian 2 – 4

Hardware

Daftar komponen per unit, pemetaan pin GPIO ESP32 DevKitC-32E, dan panduan pengkabelan lengkap — termasuk catatan daya yang paling sering menimbulkan kegagalan lapangan.

Modul ESP32 DevKitC-32E yang dipakai Orion
Papan ESP32 Perangkat keras Orion

2Bill of Materials

Setiap stasiun lapangan (A dan B) memakai konfigurasi identik. Kolom F2 menandai komponen yang hanya dibeli pada Fase 2.

2.1 Elektronik & Sensor

Komponen Peran Antarmuka Harga (Rp)
ESP32-WROOM DevKitC-32EMikrokontroler utama—150.000
NDC30 (H₂S)Sensor H₂S cairRS485 / Modbus RTU3.500.000
SCD41Sensor CO₂ NDIRI²C (0x59)1.250.000
BME688Suhu, RH, tekanan, VOCI²C (0x76)350.000
MAX485Transceiver RS485UART250.000
E32-433T30DModul LoRa 433 MHz, 30 dBmUART1180.000
SIM800LGPRS + SMS cadanganSoftwareSerial85.000
SIM Card (12 bulan)Data & SMS—300.000
Alphasense HFP-SO₂ F2Sensor SO₂Analog3.000.000
DS3231 RTC F2Pencatat waktu presisiI²C60.000
SD SPI + microSD 8 GB F2Log lokal & buffer dataSPI40.000

2.2 Catu Daya & Enclosure

Komponen Peran Harga (Rp)
Panel solar monokristalin 20 W / 18 VSumber energi (35 × 53 cm)450.000
MPPT charger 3 APengisian 2S Li-ion 7,4 V150.000
Baterai 18650 3000 mAh ×2 (seri)Penyimpanan 7,4 V ≈ 22 Wh200.000
Buck converter LM2596 — rail 5 V / 2,5 ACatu daya SIM800L25.000
Buck converter LM2596 — rail 5 V / 1 ACatu daya ESP3225.000
Enclosure IP65Pelindung cuaca150.000
Antena LoRa & konektorJangkauan radio50.000
Pembagi tegangan 110 kΩ : 10 kΩPemantauan tegangan baterai5.000
Kabel, JST, terminal, PCBInterkoneksi60.000

Rincian anggaran lengkap beserta biaya instalasi, commissioning, margin, dan pajak tersedia di halaman Anggaran.


3Peta Pin GPIO

ESP32 memiliki tiga UART yang dapat diakses dari Arduino core (indeks 0, 1, dan 2). Karena UART0 dipakai untuk USB serial dan indeks 3 tidak valid, ketiga periferal komunikasi dialokasikan sebagai berikut.

GPIO Fungsi Terhubung ke
D25UART1 TXLoRa E32 TXD
D26UART1 RXLoRa E32 RXD
D17UART2 TXMAX485 DI
D16UART2 RXMAX485 RO
D19Digital outMAX485 DE (driver enable)
D33Digital outMAX485 RE (LOW = receive)
D21I²C SCLSCD41 (0x59) + BME688 (0x76)
D22I²C SDASCD41 (0x59) + BME688 (0x76)
D13SoftwareSerial RXSIM800L TX
D18SoftwareSerial TXSIM800L RX
D15Digital outSIM800L PWRKEY (pulsa LOW 750 ms)
D14Digital outSIM800L RESET
D34ADC1_CH7 (input-only)BATT_SENSE via pembagi 110 kΩ : 10 kΩ
D23Digital outLED merah + buzzer melalui satu BC547 NPN
D27Digital outLED hijau (resistor 1 kΩ)
D32Input jumperMode config (LOW = normal, HIGH = config via USB)
D4SPI SCK F2Modul SD microSD
D2SPI MISO F2Modul SD microSD
D5SPI MOSI F2Modul SD microSD
D12SPI CS F2Modul SD (pull-down 10 kΩ; pin strapping MTDI)

Pin D6 dan D7 sengaja dibiarkan kosong sebagai cadangan.

UART0 — USB Serial

Dipakai untuk debug dan mode config. Tidak dialokasikan ke periferal.

UART1 — LoRa

HardwareSerial LoRaSer(1) — RX D26 / TX D25.

UART2 — RS485

HardwareSerial RS485Ser(2) — RX D16 / TX D17.

SIM800L tidak boleh memakai HardwareSerial(3). Arduino core untuk ESP32 hanya mendaftarkan indeks 0, 1, dan 2 — HardwareSerial(3) gagal saat kompilasi. SIM800L wajib memakai SoftwareSerial SIMSer(SIM_RX = 13, SIM_TX = 18).

4Panduan Pengkabelan

Diagram berikut menggambarkan interkoneksi satu stasiun lapangan. Semua modul berbagi satu titik ground; pin D23 mengendalikan LED merah dan buzzer melalui satu transistor BC547 — konfigurasi ini disengaja agar alarm visual dan audio selalu aktif bersamaan.

Diagram arsitektur elektronik Orion — diagram
Sketsa tiang penyangga EWS: unit sensor di puncak tiang, panel surya miring di atas junction box, kotak tahan cuaca berisi mikrokontroler dan baterai, serta klem pemasangan ke tiang vertikal
Desain Unit Lengkap Unit sensor · panel surya · junction box · klem pemasangan

Desain ini merepresentasikan rancangan perangkat keras Early Warning System (EWS) mandiri untuk deteksi gas beracun di area kawah. Konfigurasi komponen disusun untuk ketahanan luar ruangan dan operasi otonom di lokasi yang minim infrastruktur.

Main Sensor Unit. Ditempatkan di ujung tertinggi tiang penyangga untuk mengoptimalkan sirkulasi sampel udara dan mendeteksi konsentrasi gas beracun secara real-time tanpa hambatan fisik.

Solar Panel. Dipasang dengan sudut kemiringan tertentu di atas junction box untuk memaksimalkan penyerapan sinar matahari, memastikan perangkat mendapatkan suplai daya yang berkelanjutan di lokasi kawah yang terpencil.

Junction Box. Kompartemen utama tahan cuaca yang berfungsi untuk melindungi sistem pemrosesan pusat (mikrokontroler IoT), modul komunikasi data, dan baterai cadangan dari kondisi cuaca ekstrem. Jalur kabel diarahkan keluar dari bagian bawah kotak untuk mencegah rembesan air hujan.

Mounting Brackets. Menggunakan sistem klem struktural yang mengikat kuat kompartemen dan unit sensor pada tiang vertikal, menjaga stabilitas seluruh instalasi dari tiupan angin kencang di lingkungan pegunungan.

Catatan Kritis

  • Kabel RS485 wajib twisted pair, maksimal 10 m, berpelindung. Jalur NDC30 → MAX485 = 10 m, jauh di bawah batas Modbus 1200 m. Layar kabel dihubungkan ke ground hanya di sisi MAX485 (bukan di kedua ujung) untuk mencegah ground loop.
  • Pin RE diset LOW agar transceiver dalam mode receive. D33 = LOW → MAX485 menerima. Naikkan D19 (DE) sesaat saat mengirim permintaan Modbus, lalu turunkan kembali.
  • Divider tegangan 110 kΩ : 10 kΩ — kode harus mengalikan ×12. Rasio (R1 + R2) / R2 = 120 kΩ / 10 kΩ = 12, sehingga V_batt = V_D34 × 12. Menggunakan ×11 menimbulkan pembacaan low-battery palsu. D34 bersifat input-only (ADC1_CH7) sehingga aman dipakai saat Wi-Fi aktif.
  • Rail SIM800L harus terpisah dan berarus besar. SIM800L menarik arus puncak hingga 2 A saat mengirim. Wajib catu 5 V / 2,5 A tersendiri (LM2596 #1) dengan kapasitor bulk 1000 µF + 100 nF dekat pin modul. Menumpang rail ESP32 menyebabkan brownout dan reset acak.
  • Jangan pernah memakai MT3608 (step-up) untuk menurunkan 7,4 V. MT3608 hanya dapat menaikkan tegangan. Untuk menurunkan 7,4 V ke 5 V wajib memakai konverter buck (LM2596 atau MP1584). Memberi 7,4 V langsung ke pin 3V3 akan merusak ESP32 secara permanen.
  • Ground harus common di satu titik. Pertemukan ground baterai, kedua buck, ESP32, SIM800L, MAX485, dan sensor pada satu titik bintang. Jalur ground berantai memunculkan noise pada pembacaan ADC dan komunikasi RS485.
  • Enclosure IP65 harus diberi filter ventilasi tahan H₂S. Sensor gas membutuhkan aliran udara, tetapi lubang terbuka akan memasukkan uap asam yang merusak PCB. Gunakan filter ventilasi dengan membran ePTFE dan arahkan menghadap bawah untuk mencegah masuknya air hujan.
  • Urutan uji sebelum penutupan enclosure. Nyalakan satu per satu: (1) ukur 7,4 V di baterai, (2) ukur 5 V di kedua rail buck, (3) ukur 3,3 V di ESP32, (4) verifikasi I²C menemukan 0x59 dan 0x76, (5) uji Modbus NDC30, (6) uji LoRa echo dari Base C, lalu (7) uji pengiriman SMS. Baru setelah semua lulus, segel enclosure.